Plumeria 2021

Om Swastyastu

“Majalah Rohani: Plumeria” merupakan majalah rohani Hindu yang dikelola oleh Divisi Hubungan Masyarakat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma IPB (KMHD IPB). Diambilnya nama Plumeria yang merupakan nama latin dari bunga kamboja dan dikenal sebagai bunga jepun bagi masyarakat Hindu di Bali. Majalah Rohani: Plumeria berisi mengenai informasi yang terkait dengan agama Hindu, serta profil KMHD IPB yang terbit setiap 1 tahun sekali. Disebabkan oleh pandemi, Majalah Rohani: Plumeria dipublikasikan secara daring melalui website KMHD IPB dan disebarkan melalu email kepada pihak KMH se-Indonesia.

Majalah Rohani: Plumeria edisi 2021 mengusung tema “Menjadi Proaktif dan Kreatif di Kala Pandemi Walaupun Terbatas Oleh Jarak” diusungnya tema tersebut untuk tetap memacu semangat menjadi mahasiswa yang proaktif dan kreatif di kala pandemi walaupun dengan fasilitas yang terbatas.

Yuk unduh Plumeria edisi 2021 untuk menikmati konten informatif dan menarik di sini!

Om Santhi Santhi Santhi OM

KMHD IPB Gelar Omkara: Membangun Citra Diri sebagai Umat Hindu

Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Institut Pertanian Bogor (KMHD IPB) kembali mengadakan agenda rutin tahunan dari Divisi Kerohanian. Agenda tersebut ialah OM KARA atau Obrolan Rohani dan Kidung. OM KARA dilaksanakan pada Sabtu, 23 Oktober 2021 dan diadakan secara daring melalui ZOOM meeting, mengingat kondisi saat ini masih dalam keadaan pandemi covid-19. Adapun tema yang diangkat pada OM KARA tahun ini, yaitu “Personal Branding: Membangun Citra Diri Sebagai Umat Hindu”

Tema ini diusung untuk membangun citra diri generasi milenial sebagai umat Hindu yang aktif dalam meningkatkan sradha dan bhakti untuk menghadapi tantangan maupun problematika keberagaman di kalangan umat Hindu serta menjadi pribadi yang tangguh walaupun berada dalam lingkungan minoritas.

Acara OM KARA dihadiri oleh 220 peserta termasuk perwakilan dari PHDI, WHDI, serta dosen Hindu IPB. Kegiatan ini diarahkan secara langsung oleh Ni Putu Peggy Liliyani dan Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda sebagai narasumber. Kegiatan diawali dengan doa pembuka, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne IPB, sambutan Ketua KMHD, Pembina KMHD, PHDI Bogor, dan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber.

Beliau membawa materi dengan sangat menarik, informatif, dan mudah dipahami khususnya untuk generasi milenial saat ini. Hal ini membuat peserta sangat antusias terhadap jalannya acara OM KARA ini. Salah satu peserta, yaitu Putu Pratama Sandi Arta bertanya kepada beliau “Bagaimana kita melakukan sembah bhakti kepada para leluhur kalau kita berada jauh dari rumah?”. Beliau menjawab bahwa kembang hati dan tubuh kita persembahkan kepada Tuhan untuk berdoa karena pada hakikatnya berhubungan dengan Tuhan dapat melalui doa.

Beliau, Ida Pinandita Mpu Jaya Acharya Nanda juga berpesan kepada generasi milenial “Jikakalau kita ingin hidup kokoh didunia ini, kita wajib membangun 6 komponen yaitu Satya, Rta, Diksa, Tapa, Brahma dan Yadnya. Brahma ini artinya doa, tapi tidak cukup hanya berdoa saja, melainkan dibarengi oleh Yadnya atau persembahan”. Beliau juga berpesan kepada kita semua khususnya umat Hindu agar berbahagialah terlahir menjadi umat Hindu, peluang kita tidak berakhir sampai akhir ini saja, tapi kita dapat memperbaikinya dikehidupan selanjutnya.

Posted in IPB

Webinar Karma: Ajang Memaknai Keterbatasan Jarak sebagai Bentuk Pendewasaan Diri

Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma adakan Webinar Karma, 9/5. Webinar kali ini bertema Memaknai Keterbatasan Jarak sebagai Bentuk Pendewasaan Diri dengan Membangun Sikap Inovatif dan Kreatif. Webinar merupakan Rangkaian KARMA 2021 yang juga merupakan rangkaian dari Acara Hari Raya Nyepi.

Prof Arif Satria, Rektor IPB University sangat mengapresiasi tema yang diambil dalam Webinar Karma ini. Ia mengatakan bahwa mindset dalam keadaan seperti ini sangat penting.

“Growth mindset yang menyikapi krisis yang sedang kita hadapi saat ini sebagai opportunity atau kesempatan untuk berinovasi adalah mindset yang dibutuhkan,” ujarnya.

Selain growth mindset, untuk menghadapi krisis seperti saat ini juga diperlukan orang pembelajar. Maksudnya adalah orang yang berpikir bahwa belajar bukan hanya dikampus atau di sekolah, tetapi belajar bisa dilakukan di banyak tempat.

“Setiap orang adalah guru karena setiap orang punya kebajikan, semua orang punya experience dan pikiran yang unik, maka dari itu seorang pembelajar bukan hanya menjadi opportunity seeker namun juga untuk bisa menjadi create opportunity,” jelasnya.

Sementara, I Made Santika, dalam sambutan nya juga mengatakan bahwa terkait dengan webinar ini, Bimas Hindu RI akan selalu siap mendukung dan memberikan pelayanan terhadap Pelajar dan Masyarakat Hindu, khususnya di masa saat ini saat dengan munculnya isu-isu intoleransi menjadi perhatian banyak orang.

Ia juga mengajak generasi muda Hindu untuk tidak mudah tersulut dalam menghadapi isu yang beredar. “Kita harus arif dan bijak menangani hal-hal yang terkait tentang iman dan keyakinan. Mari kita bersama mengambil langkah untuk membina saudara kita agar masuk dalam tatanan yang benar. Juga selalu mendekatkan diri dengan Yang Maha Kuasa dengan hati dan pikiran yang positif,” ajak I Made Santika, Analis Kebijakan Ahli Madya pada Subdirektorat Pendidikan Dasar Direktorat Pendidikan Hindu Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama. (*/RA)

Om Kara KMHD IPB : Unconditional Love to Live a Harmonious Life

         OM KARA merupakan suatu program dari Divisi Kerohanian KMHD IPB, program ini berisi mengenai obrolan rohani dan kidung dalam pandangan agama Hindu. Pada Minggu, 21 Februari 2021 OM KARA dilaksanakan secara daring berupa WEBINAR dengan pembicara, yaitu Jero Jemiwi. Tema yang diambil dalam kegiatan OM KARA tahun ini, yaitu Unconditional Love to Live a Harmonious Life yang membicarakan mengenai mencintai diri sendiri dengan berdamai kepada diri sendiri dan dunia luar.

         Alasan diusungnya tema ini adalah adanya hari Valentine Day atau dapat disebut dengan hari kasih sayang yang jatuh pada tanggal 14 Februari. Kita mengetahui bahwa mansia memiliki berbagai macam bentuk kasih sayang, hanya saja terkadang manusia mengartikan kasih sayang hanya sebatas hubungan romantis antara pria dan wanita.

         Pada Valentine Day, orang-orang akan merayakan hari tersebut bersama kekasihnya dengan berbagi kasih sayang atau bertukar hadiah berupa coklat. Namun apakah kita sudah mencintai diri sendiri? Apakah kita sudah berdamai dengan diri sendiri?

         Kegiatan ini diarahkan oleh Jaka Prawira sebagai moderator dan Jero Jemiwi sebagai pembicara. Beliau, Jero Jemiwi, saat ini menekuni pengembangan sumber daya manusia terutama dibidang Life Coach. Menurut Beliau selflove merupakan kebutuhan dasar setiap manusia dan menjadi pondasi kuat untuk mengembangkan karakter, konsep berpikir dan perilaku.

         Hal yang menarik dari webinar ini adalah adanya praktik bukan hanya sekedar teori yang biasa dilakukan seperti webinar lainnya, para peserta diajak untuk bermain dan melatih diri untuk lebih mencintai diri sendiri.

         Kegiatan ini dimulai dengan fun games, para peserta diminta untuk melakukan swafoto dan mengunggahnya melalui akun instagram dengan caption 1 kata pertama yang terlintas pada saat melihat hasil swafoto.

         Setalah melakukan kegiatan swafoto, peserta diajak untuk mengenal diri sendiri. Mengetahui permasalahan diri sendiri, mengetahui dunia luar yang memengaruhi diri sendiri. Hal itu diperlukan karena selflove dapat dicapai jika dunia luar dan dunia dalam (diri sendiri) berada dalam keadaan setimbang.

         Dalam selflove menurut Jero Jemiwi terdapat lima aspek, yaitu Physical, Emotion, Relationships, Finansial, dan Spritual. Kelima aspek tersebut harus diseimbangkan untuk mencapai keadaan damai pada diri sendiri.

         Diakhir acara seperti biasa terdapat sesi tanya jawab dan memberikan kesan dan pesan. Para peserta dapat mengunggah kesan dan pesan pada akun sosial media, yaitu Instagram melalui fitur instastory. Para peserta yang dengan pertanyaan terbaik maupun kesan-pesan terbaik akan mendapatkan hadiah dari kegiatan ini.

         Salah satu pemenang yaitu Made Frimansa mengatakan “Acara pertemuan seperti ini agar ditetapkan sebagai event tetap dengan harapan diadakannya kembali serta melibatkan perwakila-perwakilan KMHD seluruh Indonesia demi eratnya keluarga Hindu Nusantara”.

         Selain Made Frimansa, akun Instagram bernama berlianmegantikaa_ dan _bombyxx juga memenangkan kesan dan pesan terbaik dari acara OM KARA 2021. Acara ini berjalan lancar dan diakhiri dengan sesi foto bersama. 

Suksesi KMHD IPB 2019 : Ksatrya Narayana Abhinawa

Suksesi - 4Suksesi KMHD IPB 2019 menjadi program kerja penutup di kepengurusan KMHD IPB Periode 2018/2019. Program kerja ini menjadi istimewa karena program kerja ini dipegang oleh anggota magang KMHD IPB yang sebelumnya sudah diresmikan ketika Open House KMHD IPB berlangsung. Suksesi KMHD IPB 2019 merupakan kegiatan pemilihan ketua KMHD IPB yang baru sekaligus pergantian kepengurusan dari Periode 2018/2019 menuju Periode 2019/2020. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 3 Desember 2019 bertempat di RK. HPT 1, Institut Pertanian Bogor.

Kegiatan dimulai dengan laporan ketua pelaksana oleh I Putu Wahyu Diasmika dan dilanjutkan dengan sambutan ketua KMHD IPB Periode 2018/2019 oleh Gede Riski Febrio Rian Sugi . Kegiatan dilanjutkan dengan laporan pertanggungjawaban dari masing-masing divisi dan Badan Pengurus Harian (BPH). Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan visi dan misi dari masing – masing calon ketua KMHD IPB Periode 2019/2020, yaitu Githa Sushanti, I Dewa Komang Akshaya W. dan Ni Putu Dewi Anjani. Setelah itu, masing – masing calon akan melalui sesi tanya jawab secara bergiliran.

Kegiatan dijeda selama kurang lebih 1 jam untuk istirahat makan siang dan juga penampilan dari panitia Suksesi 2019 yang berasal dari KMHD angkatan 56. Kegiatan dilanjutkan dengan musyawarah oleh seluruh peserta forum Suksesi 2019 dan para calon akan dipisahkan untuk sementara waktu dari tempat kegiatan hingga musyawarah memperoleh kata mufakat. Setelah kurang lebih 2 jam bermusyawarah, akhirnya peserta forum yang pada saat itu dihadiri oleh anggota KMHD IPB dari angkatan 52, 53, 54, 55, dan 56 mencapai kata mufakat dan memutuskan Githa Sushanti sebagai ketua KMHD IPB terpilih untuk Periode 2019/2020. Kegiatan diakhiri dengan serah terima jabatan oleh ketua KMHD IPB Periode 2018/2019, Gede Riski Febrio Rian Sugi kepada ketua KMHD IPB Periode 2019/2020, Githa Sushanti.

Kegiatan ini merupakan kegiatan yang wajib dilaksanakan di tiap akhir kepengurusan untuk memilih ketua baru sekaligus pergantian kepengurusan untuk periode berikutnya. Diharapkan ketua yang terpilih mampu menjadikan KMHD IPB lebih baik lagi dan terus berkarya untuk menjaga eksistensi KMHD IPB, tak hanya di lingkungan kampus IPB, tetapi juga lingkungan masyarakat Hindu di Bogor dan sekitarnya.

Bersatu dalam Dharma !? Oke Bro..